Kamis, 11 April 2013 - 11:58:24 WIB
PEKANBARU - Pihak Polresta Pekanbaru terus mengembangkan kasus 4.000 liter minyak tanah (Mitan) ilegal yang ditangkap di Jalan Srikandi, Minggu (7/4/13) lalu. Dari hasil penyidikan sementara, diketahui kalau minyak tanah itu dibawa dari Sumatera Barat.

"Dengan terungkapnya hal tersebut, kita akan melakukan pengembangan kasus hingga ke Sumbar," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria, Rabu (10/4/13).

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap tiga tersangka yakni AM, RH dan AH. Arief menyatakan, pembelian minyak tanah secara besar-besaran memang sering terjadi di Kota Pekanbaru. Namun pihaknya sulit menyelidiki karena kurangnya laporan atau informasi dari masyarakat.

"Untuk itu kita mengimbau pada masyarakat segera melapor jika mengetahui adanya penyelundupan minyak tanah. Biar laporan itu kita tindaklanjuti," tegas Arief.

Sementara itu, pada penyidik, ketiga tersangka mengaku minyak tersebut dibeli dari salah seorang pelaku yang lain yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). "Kita bekerjasama dengan kepolisian di Sumbar untuk menangkap pelaku," ucap Arief. (Mg3)


0 komentar:

Posting Komentar

Related Post