Selasa, 16 April 2013 - 11:46:04 WIB
PASIR PANGARAIN - Polisi masih mendalami kasus pencurian 3 unit alat perekam data elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di 3 kecamatan di Rokan Hulu (Rohul). Kasus ini juga sudah dilaporkan hingga ke Kemendagri.

Meski begitu, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Rokan Hulu (Rohul), memastikan walaupun alat rekam e-KTP hilang dicuri maling di tiga kecamatan, namun proses perekaman data e-KTP di Kecamatan Bonai Darussalam, Tambusai, dan Tandun tetap berjalan seperti biasa.

''Sementara waktu, kita meminjam alat rekam data e-KTP dari kecamatan tetangga. Karena di setiap kecamatan, memiliki dua set alat perrekam e-KTP,'' kata Kepala Disdukcapil Rohul, Drs Yusmar Yusuf MSi.

Dengan hilangnya tiga unit alat rekam data e-KTP di Kecamatan Bonai Darussalam, Tambusai, dan menyusul akhir Maret di Kecamatan Tandun, bukan saja sudah dilaporkan ke polisi, bahkan sudah dilaporkan ke pihak Kemendagri RI di Jakarta.

Sesuai perjanjian awal, bila ada alat rekam data e-KTP hilang, maka kabupaten wajib menggantinya. ''Walaupun kehilangan, itu bukan karena kita tidak menjaganya, tetapi tetap kita terpaksa harus menggantinya karena sesuai kesepakatan awal seperti,'' kata Yusmar.

Kasat Reskrim Polres Rohul, AKP Syahrudin Tanjung mengakui, hilangnya alat rekam e-KTP di tiga kecamatan masih dalam proses lidik. ''Kita masih dalam proses lidik, dan belum ada tanda-tanda. Kita juga sudah memintai keterangan pihak rekanan,'' tegas Syahrudin. (Feri Hendrawan/MRNetwork)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Post