SIDANG PENGANIAYAAN GURU NURBAITI
Said Nurjaya Keberatan Dakwaan JPU
Selasa, 16 April 2013 - 10:15:56 WIB
PEKANBARU - Said Nurjaya menjalani persidangan perdana terkait kasus penganiayaan yang dilakukannya pada guru SDN 081 Marpoyan Damai, Hj Nurbaiti. Sidang mengangendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam nota dakwaan JPU, Syafril SH di hadapan majelis hakim yang diketuai Masrizal SH, Senin (15/4/2013) disebutkan penganiaya terjadi pada 26 November 2012 sekitar pukul 12.45 WIB di SDN 081 Marpoyan Damai.

Kasus berawal ketika anak terdakwa, Said Muhammad Riski yang duduk di kelas V, ditegur Nurbaiti karena berbicara dengan temannya di jam pelajaran. Teguran itu tak dihiraukan, hingga korban mendekat sambil mempertanyakan tugas yang diberikannya.
Ternyata, Riski belum mengerjakan tugas tersebut. Lalu, korban mengatakan, "Kalau tak mau belajar pulang saja". Mendengar itu, Riski langsung meninggalkan kelas dan pulang ke rumah.

Di rumah, Riski melapor pada terdakwa kalau dirinya dipukuli korban. Mendengar itu, terdakwa emosi dan langsung mendatangi SDN 081 untuk mencari korban. Setelah bertemu, terdakwa langsung menampar pipi korban dengan tangan kanan dan tangan kirinya. Akibat perbuatan itu, korban mengalami sakit sehingga tak dapat melaksanakan kewajibannya sebagai pelajar pada esok harinya.

Tidak hanya itu, terdakwa juga mengeluarkan senjata api jenis soft gun dari balik pinggangnya sambil mengeluarkan ancaman. "Kubunuh kau, suamimu hingga turunan," katanya. Lalu senjata disimpan kembali dan terdakwa pergi meninggalkan korban. Akibat perbuatannya, jaksa menjerat terdakwa melanggar pasal 335 KUHPidana dan pasal 351 ayat 1.

Atas dakwaan itu, terdakwa melalui penasehat hukum, Asep Rukhiyat SH, menyatakan keberatan atas dakwaan jaksa dan akan menyampaikan eksepsi pada sidang minggu depan. "Kami akan menyampaikan keberatan secara tertulis," ucap Asep. (Linda Novia/MRNetwork)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Post