KORUPSI MULTIMEDIA DISDIKPORA BENGKALIS
Saksi Mengaku Dijanjikan Uang Suap
Kamis, 11 April 2013 - 11:35:53 WIB
PEKANBARU - Pimpinan kegiatan pengadaan alat sistem pembelajaran multimedia SD, SMP dan SMA di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bengkalis, Asep Golan, jadi saksi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Dia menyatakan, pernah dijanjikan uang, kalau proyek sudah berjalan. Terdakwa dalam kasus ini yakni mantan Kadisdikpora Bengkalis, Hasraf Saili dan Direktur PT Sumber Rezeki Abadi.

Uang itu, kata Asep, akan diberikan kontraktor proyek pada dirinya. "Saat proyek mulai berjalan, saya pernah dijanjikan akan diberi uang tapi saya tanggapi dingin," ujar Asep di hadapan mejelis hakim yang diketuai I Ketut Suarta SH, Rabu (10/4/13).

Dalam sidang kemarin, jaksa penuntut umum (JPU), Sri Odit Megonondo SH dan Edy Sugandi SH juga menghadirkan saksi Drs Abdul Kadir, selaku pengendali kegiatan. Menurut keterangan Abdul Kadir, dirinya baru mengetahui kasus ini ketika dipanggil jaksa. "Saya baru tahu proyek ini telah menimbulkan kerugian negara," ucapnya.

Kasus berawal ketika Pemkab Bengkalis melalui Disdikpora Bengkalis pada Juni-Desember 2005 melakukan terobosan di dunia pendidikan dengan mengadakan sistem pembalajaran multi media. Dimana setiap kegiatan mengajar di sekolah menggunakan sebuah kaset yang sudah tersistem materi pendidikan seperti fisika, matematika dan kimia.

Sebagai pendukung, Disdikpora berencana mengadakan alat pembantu seperti komputer sebanyak 100 set dan alat peraga 100 set untuk mendukung memori atau data berbentuk kaset yang akan diinstal dalam komputer. Dalam realisasinya, alat-alat yang diadakan tidak sesuai kontrak pengadaan dan negara telah dirugikan Rp2,5 miliar lebih. (Lind)


0 komentar:

Posting Komentar

Related Post